Loonaq_06Ogos-09November Dapatkan Domain Termurah
Dari NetKL serendah RM29.95 setahun! Beriklan disini

CIRI-CIRI WEB DESIGN YANG KURANG BAIK - Part 6

15 comments
Salam sejahtera semua. Bertemu lagi kita untuk segmen yang penuh dengan tips-tips berguna buat semua WSB kita iaitu Ciri-Ciri Web Design yang Kurang Baik bagi bahagian yang ke 6. Wah, tak sangka kita sudah sampai ke episod ke-6 ya! Baiklah, entri saya pada hari ini ialah Susunan Perenggan atau Paragraph Arrangement.


Para WaSaBer sekelian, rata-rata kita semua ada belajar Karangan dalam subjek Bahasa Melayu mahupun English Language. Oleh itu, memang rata-rata kita semua tahu apa maksudnya Perenggan atau Paragraph itu.

Dalam blogging ini, sememangnya misi utama kita adalah untuk mengarang apa sahaja yang kita suka mahupun mengarang panjang-panjang ataupun pendek-pendek. Tapi pokoknya memang rata-rata banyak penulisan disertakan dalam berblogging ini berbanding dengan memasukkan imej. Kalau dalam blog saya, saya kurang tulis panjang-panjang ni. Kalau panjang pun selalunya saya main 'copy paste' ja. 


Tetapi tanpa kita sedari sebenarnya ramai blogger diluar sana (mahupun atau mungkin diri kita sendiri) yang malas mahu membaca penulisan yang panjang-panjang ni. Tambahan lagi apabila ianya dipaparkan di skrin komputer siap dengan pancaran radiasi dari skrin tu yang mampu membuatkan kita pening dan sakit mata.


Oleh yang demikian, paragraph arrangement amat penting iaitu dengan mengasingkan perenggan-perenggan penulisan. Baiklah, mari kita lihat contoh di bawah.





Postingan kali ini merupakan postingan lanjutan tentang artifak Golden Jets yang diduga merupakan sebuah desain mesin terbang yang dibuat oleh peradaban masa lalu. Beberapa ahli tertarik untuk meneliti artifak ini, apakah memang benar benda tersebut merupakan rancangan mesin terbang ataukah hanya sebuah perhiasan yang ditinggalkan oleh bangsa Pra-Kolombia? Setelah sekian lama diteliti, Golden Jets merupakan artifak peninggalan bangsa Maya, meskipun terdapat unsur dari kebudayaan Inca di artifak tersebut. Dua insinyur dari Jerman yang bernama Algund Eenboom dan Peter Belting telah meneliti artifak ini dan membuat sebuah replika untuk mengujinya. Mereka membuat replika dengan bentuk yang sama persis dengan artifak tersebut tanpa menambahkan bagian apapun kecuali mesin tentunya. Lalu, pada event Ancient Astronaut Society World Conference pada tahun 1997 di Orlando, Florida, mereka melakukan tes terhadap replika yang mereka buat. Sebelum dua insinyur tersebut menguji replika golden jets mereka, seorang ilmuwan bernama Richard Hoagland bersama timnya juga telah meneliti artifak tersebut. Awalnya ia dan timnya tidak yakin jika desain artifak tersebut bisa membuatnya terbang, mengingat bentuknya yang tampak tidak aerodinamis, namun mereka kemudian melanjutkan penelitian mereka setelah dua insinyur dari Jerman tersebut berhasil membuat replikanya dengan sempurna. Menurut para peneliti, mungkin bentuk dari artifak ini mengambil dari salah satu jenis serangga, mengingat bentuk sayapnya agak menyerupai serangga, namun peneliti tidak dapat memberikan keterangan mengenai jenis serangga yang dimaksud. Kembali kepada dua insinyur asal Jerman ini, mereka meneliti segala detail dari artifak ini dan membuat replika semirip mungkin dengan aslinya. Mereka membuat replika Golden Jets dengan menggunakan bahan dari kayu. Sebagai mesin pendorongnya, Algund dan Peter menggunakan motor listrik dan kendalinya menggunakan remote control, hampir mirip dengan aeromodelling. Dalam tes yang dilakukan oleh tim penguji, pesawat replika tersebut mampu lepas landas, dan melakukan manuver yang sulit dibayangkan sebelumnya, bahkan mendarat dengan mulus. Sungguh sulit dibayangkan jika desain benda tersbeut berasal dari peradaban masa lampau. Jika Golden Jets berhasil terbang dengan sukses, lalu mengapa hal yang sama tidak terjadi pada replika Saqqara Bird? Menurut Algund dan Peter, hal tersebut karena konsep desain keduanya sangatlah berbeda. Pada Golden Jets, kedua insinyur tersebut mengatakan jika bentuk artifak tersebut mengacu kepada bentuk tubuh serangga, ini dilihat dari segi aerodinamis. Saya tidak begitu paham dengan dunia penerbangan, namun yang jelas, golden jets menunjukkan konstruksi yang sempurna untuk memungkinkannya terbang dan hal ini tidak ditemukan pada Saqqara Bird, itulah gagasan dua insinyur tersebut. Mungkin percobaan diatas memang membuktikan bahwa replika Golden Jets mampu terbang dengan baik, namun masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Apakah Golden Jets bisa terbang tanpa menggunakan mesin? Lalu, bagaimana dengan desain yang lain, apakah juga bisa terbang jika dibuat replikanya? Itulah sebagian dari pertanyaan yang belum terjawab dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, jadi kita tunggu saja perkembangannya.


Nah, tidak kah anda mulai merasa pening-pening lalat untuk membacanya? Ditambah lagi dengan warna latar belakang yang terang dan warna tulisan yang terlalu kontras. Kemudian perenggan tidak diasing-asingkan membuatkan pembacaan kita mudah hilang! Betul kan?



Rekonstruksi Golden Jets, Benarkah Artifak Yang Menyerupai Pesawat Terbang Itu Bisa Terbang?

Postingan kali ini merupakan postingan lanjutan tentang artifak Golden Jetsyang diduga merupakan sebuah desain mesin terbang yang dibuat oleh peradaban masa lalu.

Beberapa ahli tertarik untuk meneliti artifak ini, apakah memang benar benda tersebut merupakan rancangan mesin terbang ataukah hanya sebuah perhiasan yang ditinggalkan oleh bangsa Pra-Kolombia?

Setelah sekian lama diteliti, Golden Jets merupakan artifak peninggalan bangsa Maya, meskipun terdapat unsur dari kebudayaan Inca di artifak tersebut. Dua insinyur dari Jerman yang bernama Algund Eenboom dan Peter Belting telah meneliti artifak ini dan membuat sebuah replika untuk mengujinya.

Mereka membuat replika dengan bentuk yang sama persis dengan artifak tersebut tanpa menambahkan bagian apapun kecuali mesin tentunya. Lalu, pada event Ancient Astronaut Society World Conference pada tahun 1997 di Orlando, Florida, mereka melakukan tes terhadap replika yang mereka buat.
Sebelum dua insinyur tersebut menguji replika golden jets mereka, seorang ilmuwan bernama Richard Hoagland bersama timnya juga telah meneliti artifak tersebut.
Awalnya ia dan timnya tidak yakin jika desain artifak tersebut bisa membuatnya terbang, mengingat bentuknya yang tampak tidak aerodinamis, namun mereka kemudian melanjutkan penelitian mereka setelah dua insinyur dari Jerman tersebut berhasil membuat replikanya dengan sempurna.

Menurut para peneliti, mungkin bentuk dari artifak ini mengambil dari salah satu jenis serangga, mengingat bentuk sayapnya agak menyerupai serangga, namun peneliti tidak dapat memberikan keterangan mengenai jenis serangga yang dimaksud.

Kembali kepada dua insinyur asal Jerman ini, mereka meneliti segala detail dari artifak ini dan membuat replika semirip mungkin dengan aslinya. Mereka membuat replika Golden Jets dengan menggunakan bahan dari kayu.
Sebagai mesin pendorongnya, Algund dan Peter menggunakan motor listrik dan kendalinya menggunakan remote control, hampir mirip dengan aeromodelling.
Lebih lanjut disini
Artikel ini diambil dari laman Apa Kabar Dunia 
- Laman ini berasal dari Indonesia dan isi kandungannya SANGAT MENARIK!



Ha, macam ni kan lebih mudah dibaca. Siap disertakan lagi dengan gambar-gambar yang berkaitan dengan post itu. Jadi pembaca tidaklah pening dan dengan bantuan gambar-gambar yang disertakan, dapatlah juga pembaca itu merehatkan matanya.


Selain itu juga, kalau boleh elakkan penggunaan link atau pautan Read more atau Baca Lebih Lanjut untuk pembaca klik dan pergi ke artikel penuh. Ini adalah kerana, apabila penulisan itu hanya ditunjukkan separuh sahaja, kemudian pembaca perlu klik link 'Baca lebih lanjut' itu bermakna laman itu terpaksa loading sekali lagi untuk dipautkan ke artikel penuhnya. Bukankah ini menyukarkan pembaca apa lagi sekiranya laman blog itu lambat loading kerana mempunyai widget-widget berat.

Tahu, kan macam mana untuk masukkan Jump Break ni dan tahu apa fungsinya?

Ini hasilnya apabila kita masukkan Jump page ke dalam post kita.

Ini dia pautan Read more yang saya maksudkan

Memang Jump Post ini membantu untuk mengurangkan kesesakkan laman blog kita dengan meringkaskan entri kita. Tetapi ada juga keburukan disebalik kebaikan ini iaitu membuatkan pengunjung terpaksa load page itu untuk kali kedua semata untuk membaca artikel penuh. Seperti saya katakan diatas. Bayangkan kalau laman blog tersebut atau internet connection anda lambat. Mesti ia mengambil masa untuk kita baca artikel penuh itu dibandingkan tanpa memasukkan Jump Page ini. Pembaca boleh membaca isi artikel itu secara terus tanpa perlu load page itu sekali lagi.

Ada cara untuk anda mengurangkan kesesakan entri dalam laman blog anda iaitu dengan menggunakan setting yang telah disediakan oleh platform Blogspot kita.

Tentukan berapa post  yang mahu anda letakkan di laman utama blog anda di sini
Selain itu juga, ada juga widget yang sangat membantu para pengunjung dan pemilik blog dalam mengurangkan kesesakan entri iaitu;

Widget LinkWithin membantu anda untuk mengakses entri-entri lain dalam blog tersebut

Widget asas Blogspot - Blog Label yang membantu pengunjung untuk memilih aritkel berdasarkan topik
Cara untuk menentukan label entri anda


Widget Blog Archive memudahkan pengunjung untuk memilih artikel berdasarkan tarikh ditulis


Namun begitu, terpulang pada anda untuk menyukai Jump Break ini atau pun tidak. Apa yang saya tulis disini adalah tips-tips untuk dikongsikan bersama berdasarkan pengalaman dan pengetahuan web design yang saya pelajari. Sekian terima kasih.


Sharing is Caring
Maaf kalau ada tersalah 
atau terkasar bahasa 

15 Respon dari Wasaber.

  1. sangat membantu...sa pandai sudah buat tu 'Linkwithin'...previously sa tertanya2 juga mcamna mo buat tu...thanks ^_^

  2. Mama JnJ says:

    thanks for info..sa suka karang panjang2 jua :-)

  3. AnnieMing says:

    Agree with you, especially yang itu perenggan panjang & 'read more'.. Pandai hilang mood juga ni membaca kadang-kadang. Unless if the title and the post catch my interest la.. ;-)

  4. makaseh byk2 ah.. tips2 yg berguna owh..

  5. AnnieMing says:

    Tapi ini WSB Blog pun ada 'read more' kan? Mciam tu aa..

  6. @AnnieMing Huhuhuhuh...itu terpulang pada reader n owner la..mmm..mcm mana tu Admin Besar?heheheheh

  7. Saya lah antara yang suka mengarang panjang tapi saya tidak suka pakai shortform lah. Harap saya tidak memeningkan kepala lah :) Hehehe

  8. yup betul tu setuju ... :a

  9. nah bagus tipsnya ni, i like bertubi-tubi, tapi sis, sa try letak fungsi readmore, tia pandai jadi2 ni, last2 sa pakai 2 post saja on the main page, sigh. okay ka tu sis?

  10. @Azura "Banyak Cakap" Aik..pelik pulak tu..cmna bleh xpndai jadi2???sy pn hairan~

  11. Mitchie says:

    yeeee tengkiu for the tips!! ^^

Respon Anda...

Jangan tengok jak bah! Dikomen terusss!! :D

Nota : Pakai bahasa Sabah pun bulih bah! :)

Let's share your views with other Wasabers at WSB Community Forum.

Boleh gunakan tag HTML berikut: <b>, <i>, <a>

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Followers

Facebook WSB Badge

Geng WSB